Betapa pentingnya keadilan dalam kehidupan. Keberadaan manusia akan menjadi bahagia, tenteram, dan damai, bila ada keadilan yang tegak. Bila keadilan sudah tidak ada, maka kehidupan akan rusak dan hancur. Kehidupan akan penuh dengan fitnah.
“Sesungguhnya orang-orang yang bertindak adil (dalam memerintah) akan didudukkan diatas podium dari nur (cahaya) disisi Allah,di sebelah kanan Tuhan Ar-Rahman. Dan kedua belah tangannya jadi kanan. Itulah orang-orang yang berlaku adil dalam menghukum dan terhadap keluarganya dan terhadap siapa saja yang dibawah perintahnya”. (HR Muslim dan An-Nasaa’iy).
Hadist ini memahamkan kepada kaum muslimin dan kita semuanya, betapa pentingnya berlakuk adil. Keadilan akan mendudukan manusia kepada kedudukan yang mulia disisi Allah Ta’ala.
Kemudian, dari Iyadh bin Hammar, berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda, “Ahli surga itu ada tiga, pertama, penguasa yang adil lagi bijaksana, kedua, seorang yang penyayang, halus perasaan hatinya terhadap keluarga sesama Islam, dan ketiga, seorang yang dapat menahan diri dan hawa nafsu serta tanggungan”. (HR Muslim).
Maka, tak seorang pun berhak dan melakukan kezaliman dengan atas apapun perbuatan kezaliman itu, dan meninggalkan keadilan dalam kehidupannya, tanpa ia menyadari perbuatan itu.
Ibnu Abbas meriwayatkan dari Rasulullah shallahu alaihi wasallam, “Satu hari pemerintahan kepala negara yang adil, lebih utama daripada ibadah 60 tahun, lebih membawa kebersihan dari hujan 40 pagi”. (HR Ath-Thabrani).
Kemudian, hal yang menjadikan keadilan bagian dari kehidupan yang hakiki, seperti “Hai Abu Hurairah, berlaku adil suatu saat, lebih afdhal dari ibadah 60 tahun dengan sembahyang tiap malamnya, dan puasa setiap siangnya”. (HR al Shaibani).
Alllah Azza Wa Jalla menyukai orang-orang yang berbuat adil, serta para penguasa yang berbuat adil.
Dari Abi Said al-Khudry ra, berkata, bersabda Rasulullah shallahu alaihi
Wa sallam, “Orang yang paling disukai oleh Allah di hari kiamat, dan paling dekat duduknya dengan-Nya, ialah imam yang adil. Dan manusia yang paling dibenci-Nya, dan amat jauh kedudukannya dari Allah adalah, imam yang berbuat semau-maunya”. (HR.At-Tirmidzi dan Ath-Tabrani).

Kemudian, Umar Ibn Khattab ra, bahwa Nabi shallahu alaihi wa sallam, bersabda, “Manusia yang akan mendapat kedudukan yang paling utama disisi Allahdi hari kiamat ialah kepala negara yang adil dan mengandung perasaan belas kasihan. Dan yang sejahat-jahat hamba Allah di hari kiamat ialah kepala negara yang berbuat semau-maunya”. (HR Ath-Thabrani).
Bahkan, bagaimana sikap Allah Ta’ala terhadap penguasa yang zalim dan tidak adil. Seperti diriwayatkan oleh Thalhah bin Ibaidillah pernah mendengar Nabi Shallahu alaihi wa sallam, bersabda : “Ketahuilah wahai orang banyak! Allah tidak akan menerima shalat seorang kepala negara yang zalim”. (HR al-Hakim).
Dengan hadist-hadist diatas hendaknya kita berlaku adil, siapapun dan apapun kedudukan kita, karena kelak di hari kiamat akan dihisab oleh Allah Ta’ala. Wallahu’am.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Pendapat ulama © 2010. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top